23 Oktober 2026

Biografi Sekilas Tentang Adam Malik Serta Perjuangannya!

Biografi-Sekilas-Tentang-Adam-Malik-Serta-Perjuangannya-

Adam Malik adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang menjalani banyak peran sekaligus seperti wartawan, pejuang kemerdekaan, diplomat, Menteri Luar Negeri, hingga Wakil Presiden RI. Lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara, pada 22 Juli 1917, ia sudah aktif dalam pergerakan sejak usia muda. 

Perjalanan hidupnya menarik karena kariernya bergerak dari dunia pers dan politik hingga akhirnya sampai ke diplomasi internasional. Ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri Kantor Berita ANTARA, serta tokoh Indonesia yang menandatangani Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967.

 

Masa Muda Adam Malik

Masa Muda Adam Malik

Adam Batubara lahir dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salama Lubis. Sejak kecil, ia sudah tertarik pada membaca, fotografi, dan film. Minat-minat ini ikut membentuk karakternya yang kemudian dekat dengan dunia jurnalistik.

Di usia yang masih sangat muda, Adam sudah terjun ke kegiatan politik. Pada 1934, saat berumur sekitar 17 tahun, ia tercatat sebagai Ketua Partai Indonesia atau Partindo di Pematang Siantar dan Medan. Keterlibatannya dalam pergerakan ini membuatnya beberapa kali berhadapan dengan aparat kolonial.

United Nations mencatat bahwa Adam Malik sudah aktif dalam gerakan nasional Indonesia sejak usia muda. Ia kemudian meninggalkan Sumatra menuju Jawa untuk memperluas aktivitas politiknya sekaligus membangun karier di bidang pers.

 

Perannya dalam Perjuangan Kemerdekaan

Salah satu bagian penting dalam sejarah adalah keterlibatannya di dunia jurnalistik. Pada 13 Desember 1937, ia bersama Soemanang, A.M. Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena mendirikan Kantor Berita ANTARA. Kantor berita ini lahir di masa ketika pers menjadi salah satu sarana penting untuk menyebarkan gagasan pergerakan nasional.

Ketika Jepang menguasai Indonesia, aktivitas ANTARA pun ikut berubah. Sejumlah rekannya tetap terlibat dalam gerakan yang mendukung perjuangan kemerdekaan.

Menjelang Proklamasi 1945, Adam Malik termasuk kelompok pemuda yang mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Ia juga terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok bersama sejumlah tokoh pemuda lainnya. Setelah Proklamasi, jaringan ANTARA punya peran penting dalam menyebarkan berita kemerdekaan ke berbagai tempat, bahkan sampai ke dunia internasional.

 

Karier Politik dan Diplomasi

Setelah Indonesia merdeka, karier berkembang dari politik dalam negeri menuju hubungan internasional. Ia pernah menjadi Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada periode 1945–1947, sekaligus terlibat di Partai Rakyat, Partai Murba, dan parlemen.

Menjelang akhir 1950-an, menjalankan tugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Uni Soviet dan Polandia. Pengalaman ini memperkuat posisinya sebagai diplomat yang menangani hubungan Indonesia dengan negara lain.

Di tahun 1960-an, posisinya semakin penting. menjadi Menteri Perdagangan sebelum akhirnya dipercaya sebagai Menteri Luar Negeri mulai 1966. Menurut catatan PBB, ketika terpilih sebagai Presiden Sidang Majelis Umum ke-26 pada 1971, ia sudah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia sejak Maret 1966.

 

Peran Adam Malik dalam Berdirinya ASEAN

Salah satu kontribusi terbesar dalam diplomasi Indonesia adalah keterlibatannya dalam pembentukan ASEAN.

Pada 8 Agustus 1967, mewakili Indonesia dalam penandatanganan Deklarasi Bangkok di Bangkok, Thailand. Bersama Tun Abdul Razak dari Malaysia, Narciso Ramos dari Filipina, S. Rajaratnam dari Singapura, dan Thanat Khoman dari Thailand, ia jadi satu dari lima tokoh yang menandatangani deklarasi tersebut.

Pembentukan ASEAN ini jadi tonggak penting bagi kerja sama negara-negara Asia Tenggara. Deklarasi Bangkok antara lain menekankan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan budaya, perdamaian, stabilitas, serta kerja sama regional.

Karena itu, kalau membahas jasa, perannya dalam sejarah awal ASEAN jadi bagian yang tidak bisa dilewatkan.

 

Kiprah Adam Malik di PBB

Karier diplomasi tidak hanya berhenti di tingkat regional. Namanya juga tercatat dalam sejarah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada 1971, Adam Malik terpilih sebagai Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-26. Dokumen resmi PBB mencatat sidang tersebut berlangsung di New York dari 21 September hingga 22 Desember 1971, dengan Adam Malik sebagai presidennya.

Posisi ini menunjukkan betapa besar peran Indonesia dalam diplomasi multilateral pada masa itu. Dalam catatan PBB setelah ia wafat, Adam Malik disebut sebagai mantan Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri Indonesia yang punya peran penting di organisasi tersebut.

 

Adam Malik sebagai Wakil Presiden RI

Setelah menjalani berbagai tugas politik dan diplomatik, Adam Malik akhirnya mencapai posisi Wakil Presiden Republik Indonesia. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden ketiga pada periode 1978–1983, menggantikan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Data resmi Sekretariat Wakil Presiden mencatat sebagai Wakil Presiden III pada periode tersebut.

Posisi ini jadi salah satu puncak perjalanan karier Adam Malik. Sebelumnya, ia sudah punya pengalaman panjang sebagai wartawan, aktivis pergerakan, politikus, diplomat, dan menteri.

 

Akhir Hayat dan Warisan Adam Malik

Adam Malik wafat di Bandung pada 5 September 1984 dalam usia 67 tahun. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Sumber biografi yang dikutip Kompas mencatat penyebab wafatnya adalah kanker lever.

Warisan tetap terasa dalam sejarah pers, diplomasi, dan politik Indonesia. Namanya tidak hanya berkaitan dengan pendirian ANTARA, tapi juga dengan perjuangan menjelang kemerdekaan, pembentukan ASEAN, kiprah Indonesia di PBB, dan masa jabatannya sebagai Wakil Presiden.

Perjalanan hidupnya membuat jadi salah satu tokoh yang memperlihatkan bagaimana dunia jurnalistik, pergerakan nasional, politik, dan diplomasi bisa saling terhubung dalam perjalanan sejarah Indonesia.

 

FAQ

Siapa Adam Malik?

Adam Malik adalah tokoh nasional Indonesia yang pernah menjadi wartawan, aktivis pergerakan, diplomat, Menteri Luar Negeri, Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-26, dan Wakil Presiden RI ketiga.

Kapan Adam Malik lahir?

Adam Malik lahir pada 22 Juli 1917 di Pematang Siantar, Sumatra Utara.

Apa peran Adam Malik dalam pendirian ANTARA?

Adam Malik merupakan salah satu pendiri Kantor Berita ANTARA yang berdiri pada 13 Desember 1937, bersama Soemanang, A.M. Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena.

Apa peran Adam Malik dalam ASEAN?

Adam Malik mewakili Indonesia dalam penandatanganan Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967. Deklarasi ini menjadi dasar pembentukan ASEAN.

Kapan Adam Malik menjadi Wakil Presiden?

Adam Malik menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pada 1978–1983. Ia merupakan Wakil Presiden RI ketiga.